Berbagi Peran dalam Mendidik Anak

Cari uang urusan ayah dan ngurus anak bagian ibu!

Begitulah kira-kira pandangan lama tentang pembagian peran ayah dan ibu dalam keluarga. Apakah harus sedemikian mutlaknya cara suami-istri mengelola peran untuk mendidik anak-anak?

Saya melihat,paradigma tersebut justru akan membuat proses pendidikan menjadi berat sebelah. Bukan dalam konteks keadilan jender tapi dalam konteks kepentingan anak-anak.

Ada hal-hal yang khas pada sosok ayah dan ibu. Anak-anak perlu mendapatkan input positif dari keduanya agar mereka memiliki figur yang seimbang dalam pendidikan. Anak perempuan kelak akan menjadi ibu, dan dari contoh yang diperlihatkan ibunya ia akan belajar tentang pendidikan anak-anak. Demikian pula anak laki-laki suatu saat akan menjadi ayah, sehingga ia perlu figur seorang ayah yang peduli dengan pendidikan anak-anaknya agar kelak ia pun bisa menjadi ayah yang bertanggung jawab.

Ayah yang jarang terlibat dalam kegiatan belajar anak-anaknya sesungguhnya telah menanamkan citra bahwa bukanlah tugas ayah mengajari anak-anak, itu adalah tugas seorang ibu.

Saya menemukan sebuah website menarik http://www.fatherhoodinstitute.org. Web tersebut berisi ‘guide’ untuk orang tua, khususnya para ayah, agar mereka juga belajar tentang ‘parenting’.

Visi mereka adalah Menciptakan hubungan yang kuat dan positif antara anak-anak dengan ayah mereka atau yang berperan sebagai ayah buat mereka ; mendukung ibu dan ayah menjadi pelindung dan wali, serta mempersiapkan anak-anaknya (laki-laki ataupun perempuan) di masa depan untuk berbagi peran dalam merawat anak-anak.

Nah, Bagaimanakah pembagian peran ayah dan ibu dalam keluarga Anda?

One thought on “Berbagi Peran dalam Mendidik Anak

  1. mahkotalima

    Saya belum berkeluarga. Tapi ibu dan bapak saya bergatian membacakan saya buku sebelum tidur, sepanjang masa kanak-kanakku. Ibu saya menemani saya ketika ada kesulitan dalam belajar, bapak saya meyakinkan saya untuk selalu bekerja keras (dalam belajar). Bapak saya selalu bertanya,”mau memanfaatkan liburan ini untuk apa?” Ibu saya tawarkan berbagai ide, mulai dari magang, belajar bahasa, bekarya.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *