Berkunjung ke Perpustakaan


Hari Senin, 24 September 2007 adalah pengalaman pertama buat Azkia dan Luqman pergi ke perpustakaan umum. Selama ini kami lebih sering ke toko buku untuk berburu bacaan-bacaan baru.

Jarak perpustakaan daerah tidak terlalu jauh dari rumah. Hanya kurang lebih 20 menit, kami sudah tiba di sana. Setelah mengamati sekeliling kami naik ke lantai dua, karena di sanalah ruangan untuk buku-buku anak. Seorang petugas memberitahu kami tentang hal tersebut, ketika kami terlihat mencari-cari.

Waah, sekarang ruangan anak tampak lebih nyaman. Dengan beralaskan karpet, kami bisa membaca sambil duduk lesehan. Beberapa bantal besar juga terlihat ada di tengah ruangan, tak ketinggalan juga boneka-boneka berjejer di atas rak buku.


Koleksi bukunya sekarang lumayan bertambah, tapi masih tetap kurang untuk perpustakaan sebesar itu. Kebanyakan buku yang ada sudah berusia lanjut. Terlihat lapuk dan memang hasil terbitan lama. Hanya beberapa ensiklopedi yang terlihat masih bagus, tapi sayangnya tak bisa dipinjam ke rumah.

Si kecil Luqman memilih beberapa buku lalu duduk bersama papanya minta dibacakan. Tapi baru 15 menit berlalu, dia sudah mulai bosan. “Mama, pulang yuk! Adek pengen makan nasi…” Jadilah ia diajak dulu jalan-jalan keluar untuk beli makanan.


Sementara azkia terlihat masih penasaran dengan beberapa rak yang belum dilihat-lihat. Sampai akhirnya dia menemukan satu rak berisi buku bilingual. Ia memang sedang suka baca buku bilingual. Keinginannya untuk belajar bahasa Inggris sangat besar.

Akhir-akhir ini, tanpa sadar ia sudah membaca lebih dari 10 buku bilingual, dan selalu tertarik membaca teks-teks bahasa Inggris yang ia lihat di majalah ataupun di brosur-brosur produk.

Awalnya kami hanya membacakannya sekali untuk setiap kalimat, lalu dia menirunya. Setelah makin banyak kata-kata yang dia tahu cara mengucapkannya, kini hanya kata-kata yang dianggap baru yang kami koreksi pengucapannya.

Setelah menghabiskan kurang lebih 4 buku, Azkia siap pulang karena Luqman sudah datang. Itulah pengalaman pertama ke perpustakaan dan mereka cukup menikmatinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *