<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments for Dunia Parenting</title>
	<atom:link href="http://duniaparenting.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://duniaparenting.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 01 Apr 2011 15:53:28 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>Comment on Hegemoni Nilai Melalui Produk Berorientasi Anak by Nash</title>
		<link>http://duniaparenting.com/hegemoni-nilai-pada-produk-berorientasi-anak/comment-page-1/#comment-469</link>
		<dc:creator>Nash</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Apr 2011 15:53:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://duniaparenting.com/?p=524#comment-469</guid>
		<description>Cerita-cerita untuk anak memang punya problematika yang berbeda. Beberapa problem ini tampaknya terkait dengan perubahan cara orang dewasa berpikir tentang dunia anak. 

Saya ingat dulu tidak boleh menonton Kisah Pinokio di televisi karena ibu saya mendengar dari sejawatnya bahwa Pinokio yang &quot;dihidupkan&quot; oleh Gepetto pemahatnya, menafikan Tuhan.  

Cerita Grimm juga dianggap terlalu brutal dan kejam. Segala yang berkaitan dengan Nenek Sihir juga begitu.  Sementara Hans Christian Andersen dianggap sering terlalu melankolis dan depresif bagi anak-anak. 

Mengingat fabel-fabel binatang tampaknya lebih dapat diterima oleh banyak pihak, menurut saya, problematika cerita untuk anak dimulai dari kompleksnya karakter manusia yang jelas lebih kaya sekaligus rumit dibanding binatang, yang ingin dikenalkan oleh penulis kepada pembaca mudanya.

BTW, tulisan yang bagus.:)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Cerita-cerita untuk anak memang punya problematika yang berbeda. Beberapa problem ini tampaknya terkait dengan perubahan cara orang dewasa berpikir tentang dunia anak. </p>
<p>Saya ingat dulu tidak boleh menonton Kisah Pinokio di televisi karena ibu saya mendengar dari sejawatnya bahwa Pinokio yang &#8220;dihidupkan&#8221; oleh Gepetto pemahatnya, menafikan Tuhan.  </p>
<p>Cerita Grimm juga dianggap terlalu brutal dan kejam. Segala yang berkaitan dengan Nenek Sihir juga begitu.  Sementara Hans Christian Andersen dianggap sering terlalu melankolis dan depresif bagi anak-anak. </p>
<p>Mengingat fabel-fabel binatang tampaknya lebih dapat diterima oleh banyak pihak, menurut saya, problematika cerita untuk anak dimulai dari kompleksnya karakter manusia yang jelas lebih kaya sekaligus rumit dibanding binatang, yang ingin dikenalkan oleh penulis kepada pembaca mudanya.</p>
<p>BTW, tulisan yang bagus.:)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

