<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dunia Parenting</title>
	<atom:link href="http://duniaparenting.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://duniaparenting.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 01 Dec 2011 05:05:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Hegemoni Nilai Melalui Produk Berorientasi Anak</title>
		<link>http://duniaparenting.com/hegemoni-nilai-melalui-produk-berorientasi-anak/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=hegemoni-nilai-melalui-produk-berorientasi-anak</link>
		<comments>http://duniaparenting.com/hegemoni-nilai-melalui-produk-berorientasi-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Sep 2011 01:48:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maya</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniaparenting.com/hegemoni-nilai-melalui-produk-berorientasi-anak/</guid>
		<description><![CDATA[Informasi tentang manfaat stimulasi bagi anak usia dini, menimbulkan dampak baru yaitu makin menjamurnya produk-produk yang menjadikan anak-anak sebagai objek pasar. Film, buku cerita, mainan, mode pakaian, bermunculan dengan segenap kreativitas yang kian berkembang. Hal yang perlu dicermati adalah seberapa aman produk-produk tersebut bagi anak-anak kita, terutama dalam membentuk paradigma nilai pada pikiran mereka. Bagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Informasi tentang manfaat stimulasi bagi anak usia  dini, menimbulkan dampak baru yaitu makin menjamurnya produk-produk yang  menjadikan anak-anak sebagai objek pasar. Film, buku cerita, mainan,  mode pakaian, bermunculan dengan segenap kreativitas yang kian  berkembang. Hal yang perlu dicermati adalah seberapa aman produk-produk  tersebut bagi anak-anak kita, terutama dalam membentuk paradigma nilai  pada pikiran mereka.</p>
<p>Bagi keluarga menganggap penting penanaman nilai-nilai kebaikan  sejak dini, kualitas sebuah produk tentu  bukan  semata dilihat dari unsur kecerdasan intelektual, keindahan, dan  hiburan, melainkan juga dipastikan bebas dari pengaruh-pengaruh yang  merusak akhlak anak-anak. Teori stimulasi sebenarnya bisa menjelaskan  hal ini agar kita menjadi semakin paham.</p>
<p><strong>Dampak Stimulasi</strong><br />
Stimulasi atau rangsangan yang diberikan pada anak usia dini secara  terus-menerus ibarat membuat ukiran di atas batu. Kita semua tentu tahu  bahwa butuh waktu yang lama untuk mengukir gambar di atas batu hingga  kita bisa melihatnya dengan utuh. Namun, ketika gambar itu sudah  berhasil terukir sempurna, ia akan tertoreh lama, sulit dan bahkan  nyaris mustahil untuk dihapus.</p>
<p>Hal itu adalah gambaran, betapa kuatnya dampak stimulasi yang  dilakukan konsisten pada anak-anak. Meskipun hanya sebuah kebiasaan  kecil, misalnya cara makan dan memilih makanan, cara berpakaian, cara  menyikat gigi, cara memilih bacaan, atau memilih  jenis tontonan, jika  dilakukan secara terus-menerus maka lambat tapi pasti akan menjadi  kebiasaan mereka yang melekat hingga dewasa.</p>
<p><strong>Karena itulah, tidak berlebihan jika orang tua memperhatikan apa-apa yang dicerna oleh  anak-anak, baik makanan fisik maupun makanan akal, baik yang sengaja  diberikan maupun yang tidak sengaja terpapar dari lingkungan sekitar. </strong></p>
<p><strong>Anak-anak balita belum bisa memilih mana yang baik dan mana yang buruk</strong>. Mereka membutuhkan orang tua untuk memilihkan input yang baik dan menyingkirkan input-input &#8216;sampah&#8217; yang mungkin meracuni.</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<blockquote><p><strong>Satu hal yang perlu disadari, pembuatan produk-produk  yang merusak nilai bukanlah sebuah kebetulan. Hal itu adalah bagian dari  upaya-upaya syaitan untuk menyesatkan manusia. Dan syaitan menjadikan  segelintir manusia yang menyukai kemunkaran sebagai penyebar kerusakan tersebut  melalui berbagai cara dan media. Itulah  contoh proses  *hegemoni.</strong></p>
<p><strong> </strong></p></blockquote>
<p><strong> </strong></p>
<p>Adapun teori tentang belajar yang berkembang akhir-akhir ini  mengingatkan kita, bahwa pintu masuk yang efektif untuk mentransfer  pengetahuan adalah segala sesuatu yang paling digandrungi (dan bagi  anak-anak masa kini, nampaknya mainan, film, dan media audio-visual  masih jadi urutan teratas favorit mereka). Hal itu sepertinya sangat  dipahami para penyebar keburukan dan semestinya juga disadari oleh para  kreatif yang lurus. Lewat sesuatu yang disukai, sebuah produk akan  digunakan berulang-ulang dan saat itulah terjadi proses stimulasi nilai  dan kebiasaan secara tidak sengaja.</p>
<p>Sepintas lalu, film-film yang tokohnya anak-anak, dengan cerita dan  setting yang menakjubkan bagi anak-anak memang hanya layaknya sebuah  film. Namun sesekali cermatilah, beberapa film produksi Barat yang  mengenalkan dunia sihir misalnya, di mana tokoh utamanya digambarkan  santai saja saat meminum darah hewan atau memakan potongan jari manusia.  Tidakkah kita berpikir bahwa sebenarnya ada proses transfer nilai di  dalamnya? Dan jika anak-anak begitu sering menonton tayangan semacam  itu, lama-lama mereka bisa mengadopsinya dan minimal menjadi permisif  dengan perbuatan seperti itu.</p>
<p>Memang untuk sampai pada tahap mencetak paradigma butuh waktu yang  tak sebentar, tapi tentunya kita tidak mau, anak-anak kita menjadi  sasaran penyebaran pengaruh buruk, sekecil apapun itu. Karena jika  dibiarkan, sangat mungkin suatu hari mereka menganggap keburukan sebagai  hal biasa, dan hilanglah sikap kritis mereka. Mari  peduli!</p>
<p><strong>Catatan:</strong><br />
*<em>Hegemoni adalah upaya pihak tertentu untuk &#8216;menguasai&#8217; pihak   lainnya tanpa ancaman kekerasan, dan  kelompok yang menjadi sasaran tunduk dengan kesadaran (tanpa perlawanan)  karena nilai-nilai yang dianut kelompok penyerang sudah tertransfer  tanpa sadar dan diterima sebagai kebenaran oleh kelompok sasaran.</em></p>
<script src="http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1"></script><fb:like href="http%3A%2F%2Fduniaparenting.com%2Fhegemoni-nilai-melalui-produk-berorientasi-anak%2F" send="true" width="450" show_faces="true" font=""></fb:like><hr><small>Tags:</small><small><a href="http://duniaparenting.com/hegemoni-nilai-melalui-produk-berorientasi-anak/" title="contoh hegemoni">contoh hegemoni</a>&nbsp;<a href="http://duniaparenting.com/hegemoni-nilai-melalui-produk-berorientasi-anak/" title="hegemoni pada anak">hegemoni pada anak</a>&nbsp;<a href="http://duniaparenting.com/hegemoni-nilai-melalui-produk-berorientasi-anak/" title="produk anak-anak">produk anak-anak</a>&nbsp;<a href="http://duniaparenting.com/hegemoni-nilai-melalui-produk-berorientasi-anak/" title="produk berorientasi anak">produk berorientasi anak</a>&nbsp;</small><br><br><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.965 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniaparenting.com/hegemoni-nilai-melalui-produk-berorientasi-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

