Dunia Parenting


Memahami Cara Belajar Bayi dan Anak-Anak

oleh: Maya A. Pujiati

Apakah Anda termasuk orang tua baru yang bingung menghadapi anak balitanya? Semua orang tua pasti menginginkan anak-anaknya mendapat pendidikan yang baik sejak dini. Namun menghadapi buku parenting. Buku pertama yang banyak menginspirasi saya adalah buku Revolusi Cara Belajar terbitan Kaifa. Isinya memang tidak spesifik tentang parenting, tapi prinsip-prinsip yang diungkapkan para penulisnya mencakup juga dunia pendidikan anak secara umum.

Dari buku itulah akhirnya saya tahu bahwa bayi itu sebenarnya mampu menyerap segala informasi yang kita berikan meski mereka tidak memberikan respon langsung. Bayi ternyata mendengar dan menyerap kata-kata yang didengarnya dari orang-orang atau suara-suara di sekelilingnya, namun mereka belum bisa langsung mengucapkannya kembali hingga otot-otot bicara mereka siap untuk melakukannya.

Oleh karena itulah saya sering mengajak bayi saya ngobrol di sela-sela kegiatan ganti popok, menyusu, atau mandi. Orang yang tidak mengerti, mungkin akan bilang aneh ya. Tapi saya percaya bahwa hal itu akan bermanfaat buat bayi saya. Terbukti, kedua anak saya tidak memiliki masalah dengan berbicara dan relatif lebih cepat menguasai kemampuan tersebut dengan artikulasi yang jelas (tidak cadel) pada usia dua tahun.

Awalnya saya tidak menyadari berartinya kemampuan anak-anak saya dalam berbicara. Namun saya benar-benar mensyukuri hal itu setelah saya tahu bahwa ternyata ada anak-anak pada usia mencapai 4 tahun belum bisa berbicara dengan jelas. Akibatnya anak sering mengalami tantrum (ledakan emosi) karena tidak mampu mengungkapkan secara lisan keinginan dan perasaannya pada orang lain.

Adapun tentang mainan, saya pun lambat laun mengerti bahwa sesungguhnya bayi dan anak-anak sedang menjalani fase eksplorasi besar-besaran terhadap lingkungannya. Mereka akan terlihat cepat bosan dengan sesuatu karena sesungguhnya mereka sedang mencoba menjelajahi dunia. Semuanya menarik bagi mereka sampai mereka merasa cukup mengerti dan mereka pun mencari hal baru lainnya.

Jangan heran, kalau akhirnya kita lihat bayi lebih senang dengan sendok atau garpu yang mereka jatuhkan berulang-ulang ke lantai daripada mainan mahal dari toko. Hal itu terjadi karena semua benda bagi bayi adalah sama. Mereka akan tertarik pada benda apapun jika benda itu memiliki daya tarik tersendiri yang tentu saja hanya mereka yang tahu.

Hal-hal kecil tersebut memang nampak sepele. Namun ketika kita bisa memahaminya ternyata akan berdampak pada cara pandang kita terhadap setiap prilaku anak, termasuk juga dalam memandang cara belajar mereka.

Anak usia dini belajar dengan cara yang khas, berbeda dengan cara pandang orang dewasa. Kalau kita mampu memelihara antusiasme bayi dalam belajar maka keinginan belajar itu akan terus tumbuh hingga mereka besar. Tak perlu lagi kita harus berkoar-koar menyuruh anak belajar, tapi mereka sendirilah yang akan belajar dan meminta kita untuk membimbing mereka.

Tulisan selanjutnya: Menstimulasi Kemampuan Motorik

Salam Pendidikan!


Tags:BELAJAR BAYI bayi belajar cara belajar bayi memahami bayi belajar untuk bayi CARA MEMAHAMI BAYI metode belajar bayi belajar dengan bayi cara belajar untuk balita buku belajar bayi bagaimana bayi belajar metode belajar memahami ilmu revolusi cara belajar metode belajar membaca bagi bayi cara belajar anak yang tidak membosankan cara mengatasi anak lamban belajar anak belajar ngeble cara bayi belajar ANAK BAYI LAGI BESARAN cara belajar anak cara belajar untuk bayi cara belajar yg tidak membosankan dunia bayi dan anak cara tangkap belajar aqiu bayi memahami dunia balita mengatasi anak dalam keseharian cara belajar cara belajar anak bayi kemampuan menyerap kata anak usia dini cara memahami anak 

Tags: , ,

2 Responses to “Memahami Cara Belajar Bayi dan Anak-Anak”

  1. yulliermi Says:

    Betul sekali maya… saya juga merasakan seperti anda, seorang wanita ketika ia ingin menjadi seorang istri/ibu… banyak hal yang harus dipersiapkan.. trutama bagai mana persiapan untuk menerima seorang bayi dan cara pengasuhanya yang tepat, karna kita biasanya cendrung dengan alami saja… padahal kita harus mau terus belajar/menggali setiap detik perkembangannya, ketika anak meranjak dewasapun kita tidak boleh legah/mengatakan bahwa kita sudah pengalaman… anak berkembang sesuai dengan zamannya.. kita tidak boleh ketinggalan dengan zaman anak

  2. ndari Says:

    iya,menjadi seorang ibu adl perjalanan hidup yg indah dan penuh tantangan,dan untuk itu kita perlu banyak belajar baik melalui buku maupun bertanya dengan ibu senior yg tentu nya lebih berpengalaman
    dan yg paling penting harus tenang dalam berfikir dan bertindak.setiap anak adalah individu yg berbeda dan kita harus memahami dunia mereka

    salam


Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.