<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Mitos tentang Belajar</title>
	<atom:link href="http://duniaparenting.com/mitos-tentang-belajar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://duniaparenting.com/mitos-tentang-belajar/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mitos-tentang-belajar</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 01 Apr 2011 15:53:28 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: suryadi</title>
		<link>http://duniaparenting.com/mitos-tentang-belajar/comment-page-1/#comment-95</link>
		<dc:creator>suryadi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Jan 2010 02:20:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://duniaparenting.com/mitos-tentang-belajar/#comment-95</guid>
		<description>ada 2 permasalahan pokok, barkaitan dengan pembelajaran yang sesuai dengan fase perkembangan anak masih sulit untuk berkembang dalam masyarakat kita: 1) birokrasi yg masih memandang pendidikan sebagai komiditas, dan 2) diskursus tentang pendidikan yg masih (termasuk) lambat bergulir.

ad 1. kita bisa melihat bagaimana politik turut bermain dalam mainstream pendidikan, sehingga pembelajaran ikut terseret masuk terlalu dalam ke ranah politisasi pendidikan. bisa kita ambil satu contoh bagaimana, pemerintah (=diknas) menetapkan UAN sebagai (dulunya) satu ukuran kelulusan siswa tanpa memandang banyak entitas dalam proses pendidikan. dan kita pun dapat melihat dampak ditetapkannya UAN, semua sendi politik ikut bergerak dalam domain yg berbeda. bagi kepala daerah (gubernur, bupati/walikota, kepala dinas pendidikan) UAN (berhasil/gagal) adalah barometer untuk bahan kampanye ........ dst.

ad 2. mungkin 5 tahun terakhir ini kita semua mengenal multiple intelligence oleh Gardner, sebuah pendekatan pembelajaran yg memanusiakan anak2/siswa/peserta belajar sesuai dengan fase tumbuh-kembang mereka. Knp sedemikian lambat? sebenarnya dasar2 pedagogik sudah dikenal lama oleh para guru kita (yg dulu sekolah di SPG dll) sebut sj model montesori dll. tp berikutnya lagi2 mandeg nya proses pembelajaran para guru kita dikarenakan eksploitasi birokrasi (=politisasi dal dunia pendidikan) sehingga cetak biru birokrasi tentang pendidikan menjadikan guru kita terbelenggu untuk berdiskusi, berwacana atau memberikan gagasan/inisiatif utnuk kemajuan pendidikan.

Namun kita patut bersyukur, masih banyak orang/pihak2 yg masih mau berpikir menyumbangkan pikiran dan energi untuk kemajuan dunia pendidikan kita. Untuk para guru tetap semangat, dan JANGAN sekali2 tergelincir pada arus politisasi dan kapitalisasi pendidikan yg menjadikan &quot;berkah mendidik/mengajar&quot; jadi pudar karena terlalu dominannya orientasi kapital........semoga.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ada 2 permasalahan pokok, barkaitan dengan pembelajaran yang sesuai dengan fase perkembangan anak masih sulit untuk berkembang dalam masyarakat kita: 1) birokrasi yg masih memandang pendidikan sebagai komiditas, dan 2) diskursus tentang pendidikan yg masih (termasuk) lambat bergulir.</p>
<p>ad 1. kita bisa melihat bagaimana politik turut bermain dalam mainstream pendidikan, sehingga pembelajaran ikut terseret masuk terlalu dalam ke ranah politisasi pendidikan. bisa kita ambil satu contoh bagaimana, pemerintah (=diknas) menetapkan UAN sebagai (dulunya) satu ukuran kelulusan siswa tanpa memandang banyak entitas dalam proses pendidikan. dan kita pun dapat melihat dampak ditetapkannya UAN, semua sendi politik ikut bergerak dalam domain yg berbeda. bagi kepala daerah (gubernur, bupati/walikota, kepala dinas pendidikan) UAN (berhasil/gagal) adalah barometer untuk bahan kampanye &#8230;&#8230;.. dst.</p>
<p>ad 2. mungkin 5 tahun terakhir ini kita semua mengenal multiple intelligence oleh Gardner, sebuah pendekatan pembelajaran yg memanusiakan anak2/siswa/peserta belajar sesuai dengan fase tumbuh-kembang mereka. Knp sedemikian lambat? sebenarnya dasar2 pedagogik sudah dikenal lama oleh para guru kita (yg dulu sekolah di SPG dll) sebut sj model montesori dll. tp berikutnya lagi2 mandeg nya proses pembelajaran para guru kita dikarenakan eksploitasi birokrasi (=politisasi dal dunia pendidikan) sehingga cetak biru birokrasi tentang pendidikan menjadikan guru kita terbelenggu untuk berdiskusi, berwacana atau memberikan gagasan/inisiatif utnuk kemajuan pendidikan.</p>
<p>Namun kita patut bersyukur, masih banyak orang/pihak2 yg masih mau berpikir menyumbangkan pikiran dan energi untuk kemajuan dunia pendidikan kita. Untuk para guru tetap semangat, dan JANGAN sekali2 tergelincir pada arus politisasi dan kapitalisasi pendidikan yg menjadikan &#8220;berkah mendidik/mengajar&#8221; jadi pudar karena terlalu dominannya orientasi kapital&#8230;&#8230;..semoga.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

