Pendidikan Informal
oleh: Maya A. Pujiati
Homeschooling atau yang di-Indonesiakan menjadi sekolahrumah, merujuk pada UU No. 20 tahun 2003 terkategori sebagai pendidikan informal. Apa artinya? Pendidikan informal adalah pendidikan yang dilaksanakan oleh keluarga dan lingkungan. Kedudukannya setara dengan pendidikan formal dan nonformal.
Hanya saja, jika anak-anak yang dididik secara informal ini menghendaki ijazah karena berniat memasuki pendidikan formal pada jenjang yang lebih tinggi, maka peserta pendidikan informal bisa mengikuti ujian persamaan melalui PKBM atau lembaga nonformal sejenis yang menyelenggrakan ujian kesetaraan.
Pendidikan informal selama ini memang kurang dikenal oleh masyarakat, padahal inilah model pendidikan paling ‘buhun’ (kata orang Sunda) atau klasik. Orang tua jaman dulu, saat sekolah belum ada, hanya punya satu pilihan untuk mendidik anak-anak mereka, yaitu dengan mendidik sendiri. Kalaupun anak-anak berguru pada orang lain, itu dilakukan untuk menguasai keterampilan khusus lain yang tidak dikuasai orang tuanya. Pondasi pendidikan tetap berpusat pada keluarga.
Nah, bagaimana peran pendidikan informal bagi perubahan bangsa ini menjadi lebih baik? Saya kira hal itu akan sangat signifikan. Apalagi jika hal itu didukung oleh pemerintah, menguatnya kesadaran keluarga untuk menanamkan pondasi pendidikan di rumah akan membuat anak-anak memiliki memiliki visi hidup yang jelas, rasa optimis dengan masa depan, dan memiliki sikap hidup yang lebih posisitf karena berada dalam dukungan keluarga yang peduli dengan mereka secara keseluruhan.
Hal paling khas yang menjadi nilai lebih pendidikan informal dibandingkan model pendidikan lainnya adalah, kemungkinan yang lebih besar akan tergali dan terkelolanya potensi setiap anak secara maksimal. Bayangkanlah, banyak anak-anak yang bersekolah di sekolah formal, dengan aneka pelajaran dijejalkan pada mereka, ternyata pada akhirnya membuat mereka tak punya keterampilan mendeteksi bakat mereka sendiri, dan akhirnya mereka terjebak pada kebingungan memilih bidang kehidupan yang akan mereka jalani.
Ada yang kuliah jurusan Sastra Jerman tapi akhirnya jadi Bankir. Ada yang kuliah di jurusan Ekonomi, setelah lulus malah jadi artis. Begitu banyak kasus-kasus di mana orang menjalani bidang kehidupan dan pekerjaan yang tidak sesuai dengan bidang yang ditekuninya di sekolah. Mengapa bisa begitu?
Saya percaya bahwa itu disebabkan karena anak-anak tidak dapat menyadari talentanya sedari awal. Seringnya talenta ditemukan di luar gedung sekolah. Padahal jika orang tua menyadari dan anak-anak pun mampu menemukan bakat mereka sejak kecil, hasilnya pasti akan berbeda.
Mau mencoba?
Pendidikan informal tak buruk untuk dilirik oleh mereka yang menghendaki perubahan yang sangat mendasar dari generasi muda bangsa ini.
Tags:contoh pendidikan informal peran pendidikan informal peranan pendidikan informal pendidikan informal pendidikan informal dan contohnya dunia pendidikan informal contoh pendidikan in formal peran keluarga dalam pendidikan informal contoh pendidikan informal adalah peran pendidikan informal terhadap anak pendidikan informal adalah contoh pendidikan informal dalam keluarga apakah pendidikan informal itu? contoh pendidikan informal keluarga apa yang dimaksud pendidikan yang berpusat pada keluarga contoh program pendidikan informal peranan pendidikan informal terhadapan dunia pendidikan pendidikan informal dalam keluarga contoh pendidikan in fomal CONTOH POSTER MBA CONTOH PENDSIDIKAN INFORMAL contoh pendidikan informal dalam masyarakat peran pendidikan ekonomi informal pendidikan informal keluarga contoh kasus pendidikan informal contoh nonformal peran informal keluarga peran pendidikn informal pendidikan anak informal model pendidikan informal


July 22nd, 2009 at 4:24 am
perkenalkan mba, nama saya erika. Saya mau bertanya, apakah mba juga mendidik anak mba lewat homeschooling?