Dunia Parenting


"Sekolah" Masa Depan

oleh: Maya A. Pujiati

Mungkin sudah yang ke sekian kalinya hal ini saya katakan: Betapa banyak inspirasi tentang pendidikan menjejali imajinasi saya gara-gara membaca buku Revolusi Cara Belajar. Oleh karena itu pula tak ada habisnya saya ingin ucapkan terima kasih kepada pihak-pihak terkait di penerbit Mizan yang telah mempersembahkan buku inspiratif ini kepada pembaca di negeri ini, termasuk saya.

Malam ini, saat saya membuka-buka lagi halaman-halaman buku tersebut, saya menemukan paragrap tentang Dr.Pat Nolan. Beliau adalah seorang dosen senior bidang pendidikan dari Universitas Massey di Pinggiran Palmerston North- New Zealand. Pat Nolan menggabungkan rasa cintanya pada pendidikan dengan kecintaan untuk mengeksplorasi alam Selandia Baru: Sungai jernih, hutan, gunung es, dll.

Konsep yang ditawarkan Nolan adalah studi terpadu dengan dunia sebagai ruang kelas. Dia berkata bahwa pengajaran SMU “metode lama” terpisah dari dunia nyata. Setiap mata pelajaran terkotak-kotak dan terisolasi dalam satuan-satuan kecil, sehingga semuanya nampak demikian sempit. Padahal jika berbagai mata pelajaran dikait-kaitkan, entah itu matematika, geografi, fisika, kimia, dll, maka kita dapat memahami dunia dengan lebih baik.

Hal paling menarik dari pendapat Nolan adalah tentang kemungkinan munculnya solusi-solusi baru oleh sekolah, pada berbagai bidang kehidupan, jika proses belajar dilakukan di dunia nyata. Dengan mengubah cara mengajar menjadi lebih aplikatif, setiap siswa diajak untuk mengeksplorasi pengetahuan menjadi basis untuk menemukan jawaban atas persoalan-persoalan kehidupan dan bukan semata hanya sebuah teori yang dilupakan setelah lulus sekolah.

Kini, bahkan di tingkat perguruan tinggi di negeri kita, seringkali teori-teori yang diajarkan di ruang kelas mengangkang jauh dari dunia nyata. Mahasiswa berlomba mengejar target SKS tapi kemudian bingung saat hari pertama menyandang gelar sarjana. Mau kemana saya? Mau kerja apa saya? Jadi petani jelas tak mungkin masuk dalam daftar, meski ia seorang sarjana pertanian sekalipun. Lantas mau jadi apa?

Sebuah tanda tanya yang tak akan pernah berakhir. Akankah model “sekolah” dengan orientasi teoritis bisa menghasilkan lulusan yang mampu menghadapi kehidupan nyata dengan penuh rasa percaya diri?

Yuk, bikin sekolah alternatif!


Tags:opini sekolah masa depan model sekolah masa depan sekolah masa depan sekolahku masa depanku artikel sekolah masa depan opini tentang sekolah masa depan makalah sekolah masa depan contoh sekolah masa depan contoh makalah sekolah masa depan sekolah ku masa depan ku MAKALA tentang SEKOLAH MASA DEPAN artikel sekolahku masa depanku teori sekolah masa depan makalah sekolah negeri masa depan sekolahku masadepanku Geografi untuk anak usia dini makalh sekolah masa depan Artikelsekolahku masa depanku sekolah dan masa depan PROFIL SEKOLAH MASA DEPAN sekolah parenting opini tentang masa depan tentang sekolah dunia di masa depan konsep sekolah masa depan berbasis IT pentingnya paud artikel sekolah di masa depan sekolahku adalah masa depanku site:duniaparenting com konsep belajar mengajar sebagai mitos artikel tentang masa depan setelah lulus sekolah seekolah parenting com 

Comments are closed.


Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.