Bercocok Tanam Sebagai Kegiatan Edukasi dan Rekreasi

Bercocok tanam kini banyak diminati lagi. Uniknya, justru masyarakat perkotaan yang kembali menekuninya. Selain menantang dan bisa menghasilkan bahan pangan, bercocok tanam ternyata menimbulkan perasaan rileks, antusias, dan senang jika dilakukan secara santai dan bukan ditargetkan untuk memenuhi kebutuhan utama ekonomi.

Di balik itu, manfaat lain dari bercocok tanam yang jarang disadari adalah unsur edukasi bagi anak-anak. Banyak sekali pelajaran, bahkan dari sisi akademik pun bisa diintegrasikan dalam kegiatan bercocok tanam, dari pelajaran berbasis sains, seni, hingga matematika.

Bercocok Tanam Sebagai Kegiatan Edukasi

Hal utama yang dilakukan dalam bercocok tanam adalah bersentuhan dengan unsur-unsur alam, seperti tanah, biji-bijian, bunga, serangga, daun-daun, air, burung, dan banyak lagi yang lainnya. Interaksi  semacam itu, sangat berguna dalam membentuk kesadaran ekologis dan menumbuhkan rasa dekat dengan lingkungan sekitar dibandingkan dengan hanya membaca buku atau membahas materi tersebut di kelas.

Unsur edukasi juga tidak terbatas kepada hal-hal yang bersifat fisik, namun juga hal-hal yang berkaitan dengan emosi dan pemahaman tentang pentingnya sebuah proses dalam memperoleh sesuatu.

Proses menanam, dimulai dari menyemai biji, menanam, menyiram, dan mengamati hama tanaman, memberi pelajaran penting secara tidak langsung  tentang waktu, tentang menunggu, tentang bersabar, tentang mengatasi masalah, dan juga hubungan sebab akibat yang terbentuk secara alami. Pemahaman-pemahaman sejenis itulah yang sangat berharga untuk memperkaya khazanah pemikiran dan nalar anak dalam menjalani kehidupannya. Dampaknya nyatanya bisa berupa kadar kesabaran mereka yang meningkat, kadar ketenangan emosi mereka yang meningkat, atau kepedulian mereka yang naik terhadap lingkungannya.

Di samping itu, limbah-limbah tanaman juga dapat dimanfaatkan untuk media mengasah keterampilan dan berkesenian. Biji-bijian kering hasil panen, bunga-bunga, daun, dan ranting, bisa kita manfaatkan sebagai bahan baku.  Buku panduan yangdapat  menunjang aktivitas tersebut adalah, “Seni Membuat Herbarium“. Dengan membaca buku itu, banyak ide dan inspirasi bagi Anda untuk memanfaatkan limbah alam jadi karya seni. Klik di SINI untuk memesan.

 

Bercocok Tanam sebagai Kegiatan Rekreasi

Setiap sepekan atau sebulan sekali, umumnya keluarga melakukan rekreasi ke tempat-tempat wisata. Dan yang dilakukan di tempat wisata, umumnya adalah melihat-lihat keindahan alam dan menikmati suasananya yang santai dan rileks. Tetapi, semua itu dapat digantikan jika Anda dan anak-anak suka bercocok tanam, khususnya pada situasi pandemi seperti sekarang.

Anda bisa menanam berbagai macam tanaman di pekarangan rumah, yang terbatas sekalipun, menggunakan wadah-wadah  yang sesuai. Anda bisa menciptakan miniatur tempat wisata dalam skala terbatas, untuk kebutuhan rekreasi keluarga.

Bercocok Tanam dan Kemerdekaan

Walaupun tujuan orang bercocok tanam tidak selalu sama, namun ada irisan di dalam aktivitas bercocok tanam dalam skala rumah tangga, yaitu kemerdekaan. Berbeda dengan petani yang perlu banyak mempertimbangkan apa yang perlu ditanam supaya penjualannya bagus di pasaran, kita dapat dengan bebas menanam tanaman apapun yang kita mau, yang kita perlukan, sesuai dengan kondisi pekarangan kita.

Kemerdekaan itu juga ditunjang dengan hadirnya tempat-tempat penjualan benih dan bibit yang kini semakin banyak. Kita bisa membelinya dengan praktis melalui internet, tanpa harus pergi secara fisik. Banyak penjual benih dan bibit dari berbagai kota  di marketplace, yang dengan sukacita menjualnya kepada kita.

Yuk, Kapan Mau Mulai?

Beberapa di antara Anda mungkin masih belum akrab dengan aktivitas menanam. Tapi, jangan khawatir! Kini Anda dapat menggunakan buku bercocok tanam yang sangat mudah dipahami bersama anak-anak di rumah. Salah satu serial yang masih tergolong baru, adalah seri, “Aku Bisa Bercocok Tanam Buah”. Isinya ramah secara visual, karena setiap tahapan menanam disertai foto. Anda akan dengan mudah mempraktikkan isinya.

Klik di SINI untuk memesan melalui Whatsapp atau di SINI untuk membeli melalui marketplace TOKOPEDIA. Bisa memetik buah sendiri dari pekarangan rumah akan menjadi pengalaman yang menakjubkan bagi Anda dan anak-anak. Selamat bercocok tanam!

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *