Menjadi Guru Pertama Buat Si Kecil

Anak-anak adalah anugrah. Kehadiran mereka di dunia ini memberi harapan bagi siapapun akan perbaikan di masa depan. Anak-anak terlahir dengan keriangan yang memberi warna bak pelangi dalam hidup kita. Menjadi orang yang terlibat dengan anak-anak dan peduli pada mereka telah memicu banyak gagasan untuk menciptakan karya yang luar biasa.

Kepedulian, adalah kata yang paling tepat untuk menggambarkan apa yang paling dibutuhkan dalam mengasuh dan mendidik anak-anak, khususnya anak usia dini. Tanpa kepedulian, guru di sekolah hanyalah tutor namun belum tentu mampu menyampaikan anak-anak pada kecintaan akan ilmu pengetahuan. Demikian halnya dengan orang tua, tanpa kepedulian kita seringkali hanya menjadi “satpam” bagi anak-anak, melarang ini dan itu, menetapkan aturan A sampai Z, hingga anak-anak pun jemu dan kehilangan rasa untuk tahu dan menentukan apa yang ingin mereka pelajari.

Memang, hanya orang tua yang peduli, hanya guru yang peduli, hanya pemerintah yang peduli, yang bisa melahirkan anak-anak dan generasi yang juga peduli dengan apa yang mereka miliki, peduli dengan apa pun yang mereka dapatkan, dan peduli dengan keadaan masyarakat dan lingkungannya.

Di antara kita, para orang tua ataupun guru di sekolah, sering menempatkan anak-anak tak ubahnya robot yang harus mengikuti instruksi-instruksi tanpa boleh mengkritisi setiap instruksi tersebut. Orang dewasa terbiasa menempatkan dirinya menjadi seorang superior yang memiliki wewenang penuh atas apapun bahkan atas apa yang ingin dipelajari oleh anak-anak.

BACA JUGA:   Kompos, Solusi Tanah, dan Budi Daya Tanaman

Itulah kita, orang dewasa yang mungkin masih sering lupa, bahwa kehadiran kita tak lebih hanya sebagai pendamping anak-anak untuk mengenal dunia ini, sehingga mereka mampu beradaptasi dan akhirnya berani dan mampu hidup mandiri dengan segala pemikiran dan juga sikap hidupnya.

x

4 thoughts on “Menjadi Guru Pertama Buat Si Kecil

  1. PutriPutri

    kalo pak Munif Chatib percaya institusi formal (sekolah) bisa menjadi sekolahnya manusia, rasanya bukan harapan yg muluk kalo saya juga berharap keluarga kami dapat menjadi keluarganya manusia – tempat pembentukan manusia yang sesungguhnya.
    terimakasih buat perenungannya mbak Maya

    Reply
  2. astutiastuti

    saya setuju sekali, karena pelajaran pertama anak memang dari orang tuanya, dan anak kita bukanlah kita, dia mempunyai keinginan dan harapannya sendiri tinggal kita sebagai orang tua yang dgn bijak mengarahkan anak kita, karena walau bagaimanapun mereka masih anak2 yang perlu bimbingan dan arahan

    Reply
  3. surya malinisurya malini

    iya setuju, memang anak2 selalu belajar yang pertama kali dari orang tuanya.Padahal kita sebagai orang tua hanya dititipkan oleh Allah untuk bagaimana amanah ini bisa kita rawat, didik sedemikian rupanya agar menjadi indah segala2nya

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *